Jumat, 13 Desember 2024

Menyapa 2024

Aku merasa sangat lelah, entah mengapa. Bangun tidur dengan pikiran berkecamuk. Menyadari betapa menyedihkan dan kasihannya diriku. Born to be fighter, strugling never ending. Kesepian, ketakutan, kelelahan. No body really cares. No body help. Only myself and god. Hidup rasanya berat sekali. Saat ini seketika aku merasa tidak ada lagi antusias dalam menjalani hidup. Tidak lagi tertarik dengan apapun dan siapapun. Biarlah. Biarlah aku sendiri saja. Aku hadapi hari-hari menunggu ajal dengan biasa-biasa saja. Tanpa ambisi, tanpa teman, tanpa bergantung, dan tanpa harapan. 

Biarlah. Biarlah semua berjalan dengan terserah. 

Selasa, 20 Juni 2023

Menyapa 2023

Hai... Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa sudah berganti tahun dan aku masih saja tidak rajin menulis. 
 
Tidak jauh berbeda dari tahun kemarin, tahun ini memberi keistimewaan tersendiri. Jika tahun kemarin merupakan tahun di mana perjalanan spiritual terjadi maka tahun ini pun begitu. Perjalanan spiritual dengan media yang berbeda. Medianya kali ini adalah cinta. 
 
Aku telah mengalami banyak hal selama setengah tahun ini. Internship dan skripsi memberiku banyak pelajaran tentang sebuah keinginan dan harapan. Keinginan yang terwujud maupun tidak, harapan yang pudar dan kubiarkan padam, harapan baru yang harus terus dipupuk, semua itu terjadi semata-mata hanya jika Allah mengizinkan. 
 
Tahun ini merupakan jawaban tahun kemarin, tahun kemarin adalah jawaban tahun sebelumnya, dan tahun depan mungkin akan menjawab tahun ini. Tahun ini aku mendapat tamparan yang cukup keras, tapi sepadan dengan pertanyaan yang telah aku ajukan di tahun-tahun sebelumnya. 
 
Beberapa hal yang perlu digaris bawahi pada setengah tahun ini adalah sebagai berikut:
  • Aku telah menyelesaikan kuliahku, pendadaran pada tanggal 10 Juni, dan berjalan dengan baik meski dalam prosesnya harus melewati kendala yang cukup berarti.
  • Luka lama sedikit tergores karena kedatangan bapak setelah 13 tahun tidak memijakkan kaki di bumi Lamongan.
  • Berpacaran dengan seorang berinisial D.A.S yang aku sayangi. 
First man whom i loved. Kenal tanggal 4 Mei, lalu menjalin hubungan tanggal 7 Mei. Sangat cepat hingga aku menghabiskan waktu berhari-hari untuk mencerna kejadian tersebut. Thank god, and thank you so much honey. You make my days better. Semoga tuhan senantiasa menjaga dan melindungimu dari hal-hal buruk yang datang dari segala arah. Kamu adalah sosok yang hangat meski engkau selalu mengaku merupakan pribadi yang cuek. Sebetulnya kita berdua sama-sama cuek kok, tapi ternyata kita saling menyayangi dan saling memupuk cinta. Begitulah yang aku amati selama dua bulan hubungan kita berlangsung ini. Semoga semakin rukun, sehat, dan bahagia. 
 
Teringat omongan Soe Hok Gie dalam buku harianya yang diterbitkan oleh LP3ES berjudul Catatan Harian Seorang Demonstran, bahwa "Pacaran adalah pengalaman menyegarkan walaupun resiko emosionalnya besar". Sebagai individu yang tumbuh dengan latar belakang broken home, tentu aku memiliki beberapa tendensi terhadap ketakutan-ketakutan masa lalu. Namun logikaku masih aktif dan terasah. Menjalani hari-hari dengan D.A.S membuatku mengalami proses berpikir yang baru dan cukup signifikan hasilnya. Aku ingin tumbuh sebagai pribadi yang benar-benar autentik tanpa ada tendensi akan ketakutan masa lalu. Aku ingin memandang pasanganku saat ini sebagai manusia seutuhnya. Manusia yang bisa marah, sedih, atau mungkin bersikap kasar tanpa ia sengaja dan jika suatu saat itu terjadi, aku ingin hadir sebagai pasangan yang mampu meneduhkan dan menyejukkannya, bukan malah aku merasa ketakutan dan kalap karena trauma masa lalu. Tidak. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Aku ingin hadir sebagai seorang zizah yang penuh dengan cinta dan kasih sayang tanpa ada tendensi akan ketakutan masa lalu. Semoga tuhan senantiasa memberi kesehatan dan semangat untuk menjalani hari-hari.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung, bertawakkal, dan memohon hanya kepada-Mu. Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan-Mu, Ya Allah, duhai dzat Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan seluruh alam.

Minggu, 13 November 2022

coret-coret iseng

Hidup itu tentang menerima dan menghormati perbedaan.
Hidup kadang tentang memilih, meski tak jarang kita tidak punya pilihan.
Semua makhluk merasakan kerasnya kehidupan.
Tidak ada yang baik-baik saja dari seorang yang ditinggal oleh ayah, ibu, atau orang tersayang lainnya.
Tidak ada yang baik-baik saja dari seorang yang keluarganya berantakan.
Juga kadang ada yang tidak baik-baik saja dari orang yang terlihat baik-baik saja.
Semua memiliki arti hidupnya masing-masing.
Tidak perlu merasa paling tersakiti.
Terima kelebihan dan kekuranganmu.
Maafkan dirimu. Maafkan orang-orang di sekitarmu.
Maafkan...

Minggu, 26 Juni 2022

Perjalanan Spiritual

Aku tidak tahu apakah aku adalah orang yang munafik.

Aku percaya adanya Tuhan. Aku meyakini adanya dzat atau energi dahsyat dibalik cara kerja alam semesta, namun skeptis dengan semua agama. Namun setelah sekian lama berkontemplasi, aku memutuskan untuk menjadi orang yang beragama, meski ada kontra dalam diriku, tapi aku sudah berkomitmen atas hal tersebut. Segala konsekuensi akan aku terima.

Awalnya, tujuanku menjelajahi banyak tempat peribadatan adalah untuk mencari kebenaran, namun aku menyadari bahwa itu naif sekali, memangnya ada kebenaran yang mutlak? Itu sungguh bias dan ambigu. Akhirnya aku mengubah niat dan tujuanku, adalah untuk belajar, memperbanyak wawasan, juga refreshing. 

Semua agama memiliki kontroversinya masing-masing. Aku tahu itu. Tapi, aku ingin beragama karena keputusanku sendiri, berdasar dari pengetahuan yang kudapatkan, bukan dari leluhurku, bukan karna aku Islam sejak lahir. 

Ya Tuhan, aku tidak tahu apakah Engkau marah terhadapku atau justru sebaliknya. Aku tetap melantunkan kata maafku setiap hari. Kalaupun Engkau marah, mungkin aku memang pantas mendapatkannya. Tetapi sungguh aku hanya ingin mengenal-Mu, mengenal diriku. Aku tetap mengharapkan ampunan dan kasih sayang-Mu. 

Dearest Tuhan dan seluruh unsur semesta, mohon bersahabatlah denganku. Jangan lepas aku sendirian di tengah-tengah perjalananku di dunia yang penuh dengan ambiguitas ini.

Jumat, 27 Mei 2022

Kamis Ceria

Kamis, 26 Mei 2022

Aku, Tika, Okta, dan Trimul  bepergian ke Pantai Kesirat.
Tika menjemputku di kos pukul 5 pagi, lalu menuju kos Okta dan Trimul. Lalu perjalanan dimulai sekitar pukul setengah 6. Perjalanan menuju Pantai Kesirat memakan waktu satu setengah jam. Kami tiba di Pantai Kesirat pukul 7. Untuk dapat melihat pantai, kami berjalan kaki melewati jalan setapak yag sudah dicor. Aksesnya sudah bagus dan mudah. Setelah kelelahan dan sangat kedinginan ketika dalam perjalanan tadi, kami disuguhi keindahan Pantai Kesirat. Ini adalah kali pertama aku melihat pantai berwarna hijau kebiruan. Cantik sekali. Selama ini di Jawa Timur, pantainya berwarna coklat, hahahah, yaaa maklum pantai utara. Pantai selatan menjelang sedang pasang, dan ombak besar, karna angin Monsun Australia. Ah, debur ombak yang menghatam tebing-tebing yang cadas terlihat mematikan namun menawan.

Setelah puas menyaksikan hamparan biru dan debur ombak, kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Wohkudu, sekitar pukul 8. Pantai Wohkudu berada di sebelah Pantai Kesirat, yang membuat mereka berbeda adalah permukaannya. Di Pantai Kesirat, kami tidak tersentuh air laut karena spotnya berupa tebing tinggi, sedangkan Pantai Wohkudu terdapat pasir, dan kami bisa bermain air. Akses menuju Pantai Wohkudu tidak sebagus ke Pantai Kesirat, ia masih berupa jalan terjal, bebatuan, curam, dan licin.

Pukul setengah 11, kami memulai perjalanan pulang. Hujan sangat lebat. Setengah 2, kami mampir makan. Di Ayam Geprek Sa'i. Seharusnya Olive saja, murah, wkwkwk.

Sampai kos pukul setengah 3, saya tidur sebentar. Kemudian pukul 5 saya berangkat ke kampus untuk bermain karawitan, hingga pukul 11 malam. Banyak senior yg datang sehingga latihan bisa maksimal dan saya belajar bermain kendang. Sangat lelah tapi juga sangat menyenangkan. 


Senin, 23 Mei 2022

Gereja Katolik Santo Yohanes Rasul Pringwulung

Saya menunggu momen ini, momen di mana saya bisa menulis sesuatu yang istimewa di blog.

Kemarin, tanggal 22 Mei 2022 pukul 16.30 WIB, saya dan teman satu kos (Ferda dan Sogen) juga Gita dan satu temannya lagi berangkat ke gereja pringwulung.Merayakan Misa. Saya telah merencanakan dan menantikan hari tersebut sejak lama. Kami menggunakan layanan maxim. Pukul 17.00 kami tiba di gereja. Turun dari mobil, saya merasakan euforia. Langkah demi langkah, akhirnya saya masuk ke gereja. Megah, tenang, nan ramai. Melihat patung Yesus dengan salibnya, juga Bunda Maria. Terdapat seperti air suci saat memasuki gereja, saya tidak tahu itu air apa, dan saya juga tidak tahu bagaimana seharusnya saya menggunakannya hahah. Kami berjalan ke depan, mencari kursi kosong. Menunggu beberapa saat, nyanyian demi nyanyian mulai memenuhi atmosfer gereja. Mendengarkan MC dan Uskup dengan seksama. Mengamati segala sesuatu di sekitar saya, seperti cara mereka memberi penghormatan dengan sedikit berlutut sebelum duduk di kursi masing-masing, Sang Uskup yang membentangkan kedua tangan seraya mengajak umat berdoa. Nyanyian, kajian, nyanyian, kajian, dan berdoa. Di akhir ritual, juga ada pembagian hosti, roti sakral yang sudah diberi berkat. Saya tidak berhak mendapat hosti tersebut, jadi saya hanya duduk saat teman-teman mengambil hosti, juga ada beberapa orang yang tidak mengambil hosti dikarenakan merasa dirinya masih banyak dosa dan seolah-olah tak berhak mendapatkannya.

Waktu itu, di tengah ritual, saat Uskup memberi ceramah, ada hal yang saya garis bawahi, ialah tentang Roh Kudus. -Saya dulu pernah hampir memutuskan untuk menjadi seorang atheis, namun saya bukan tipikal orang yang gegabah dalam mengambil sebuah keputusan besar, waktu demi waktu, saya meyakini adanya Tuhan. Saya meyakini bahwa di balik semesta ini, ada sesuatu yang dahsyat yang tidak mampu dipecahkan dengan mudah, tak mampu dinalar bahkan oleh seorang berilmu. Saya meyakini adanya Tuhan, namun skeptis dengan agama. Namun pada akhirnya, saya memutuskan untuk berkomitmen dalam Islam, meski semua terasa hambar.- Saat mendengar ceramah Uskup, saya mulai mantap terhadap Islam. Saat ini, saya adalah orang yang mengimani Tuhan namun skeptis dengan agama, adapun agama yang kemarin dan saat ini saya ikuti adalah Islam. Saya tidak perlu menjelaskan apapun yang saya tangkap dari ceramah Uskup. Biarkan itu menjadi warna-warni dalam pikiran saya.

Sungguh, ini adalah perjalanan spiritual yang menyenangkan. Saya masih akan melanjutkan perjalanan ini. Selanjutnya saya akan ke gereja protestan. Motif saya melakukan hal ini adalah untuk mencari cat, menambahkan warna baru pada kanvas saya. Hidup ini seperti lukisan. Kita mendapat hak untuk memberi warna padanya sesuai dengan yang kita mau, meski hak itu tidak 100%. Saya tidak akan bilang ini Lillahi Ta'ala, saya tidak mau membawa nama Tuhan dalam hal ini, saya bahkan tidak melegalkan tindakan saya, saya tidak tahu apakah Tuhan akan marah pada saya karena hal tersebut, tapi saya harap Tuhan tidak marah pada saya. Saya ingin belajar, saya ingin mengenal-Nya dengan cara yang saya kehendaki. Saya ingin mengenal siapa saya, Tuhan saya, dan makhluk-makhluk-Nya. Saya ingin memahami manusia sebagai manusia. Menurutku, tiga hal yang seksi dan menarik dalam dunia ini adalah ilmu pengetahuan, cinta, dan Tuhan.

Untuk ibu, tulisan ini aku persembahkan untukmu. Sengaja tidak memberi tahu melalui Whatsapp dikarenakan agar tidak mengetik dua kali hahahah. I Love You, Ibuk. Mmuuach.



Sabtu, 14 Mei 2022

Stadiun Maguwo

Sore tadi sekitar pukul 16.30, saya dan Mbak Atin main ke Stadiun Maguwo. Terdapat semacam pasar malam di sana. Kami beli dimsum, setelah itu berteduh karna hujan. Setelah hujan reda, kami bingung ingin kemana. Apakah pulang atau naik wahana. And then... finally, kami naik kapal bajak laut. And you know what? I DO REALLY HAPPYYY!! Saya puas berteriak, melepas semua beban, ah, rasanya lega sekali. Alhamdulillah... 

Dear Mbak Atin, Thank you so much yaaa. Anda mungkin tidak tahu betapa saya sangat bersyukur saat itu. Semoga Allah selalu menjagamu dari malapetaka yang datang dari arah manapun... kapanpun dan dimanapun mbak berada. Kesehatan, kebahagiaan, juga kebaikan semoga selalu menemani hari-harimu.

Kalau begini, kenangan-kenangan baik datang mengeroyok hahaha. Orang-orang yang berjasa besar selama saya di jogja, aku selalu berterima kasih pada kalian. AMPTA, Marisa, Tika, temen2 senasib seperjuangan seperti Okta, Suci, Novi, dan masih banyak lagi, You all made my day!!! Saya menyayangi kalian. 


Kamis, 12 Mei 2022

Enigma

Malam ini aku ingin menulis, tapi tidak tahu ingin menulis apa. Baiklah, akan kumulai dengan apa yang pertama terlintas dalam pikiranku.
Beberapa hari yang lalu aku merasa sedang jatuh cinta. Saat itu aku menyadari beberapa hal tentang diriku. Tentang aku yang telah lama menjomblo dengan alasan yang aku sendiri tak tahu pasti. Aku merasa telah membohongi diri sendiri selama bertahun-tahun. Aku selalu kesulitan menjawab ketika seseorang bertanya mengapa aku masih single. Ada bermacam variasi jawabanku, beberapa di antaranya adalah karena belum ada yang cocok; belum minat pacaran; masih senang dan antusias belajar; malas pacaran; ribet; dll. Namun sekarang aku menyadari sebuah fakta mengapa aku tidak pacaran. -Ah, aku tidak suka mengakui hal ini, dan aku telah menyangkalnya selama bertahun-tahun,- bahwa aku terlalu pengecut untuk memulai sebuah hubungan. Ya!. Aku memiliki trauma yang amat dalam. Tapi aku selalu menyangkalnya, aku baik-baik saja kok! Siapa juga yang trauma? Oh Gosshhh, Zah... What's wrong with you?? Ayolah, itu sudah tertinggal jauh di belakang.

Saya baru menyadari bahwa rasa trauma ini berpengaruh signifikan dalam pengambilan keputusan. Ada banyak cacat logika saat saya berpikir, meskipun hasilnya tidak terlalu buruk, tapi cukup gila.

Begitu dulu saja. Sepertinya saya akan bersiap untuk tidur.
Salam

Rabu, 11 Mei 2022

Menyapa 2022

Halo 2022...

Sudah lama tidak menulis, padahal dulu janjinya akan lebih rajin menulis agar tidak kehilangan ide dan pemikiran-pemikiran yang pernah berkecamuk.

Hari ini aku merasa lelah. Entah kenapa. Aku juga merasa malas menulis ini, tapi aku memaksa diri untuk mulai menulis lagi. Ya. Lagi. 

Saat ini usiaku 21 tahun. Aku merasa banyak perubahan dalam diriku. Sisi introverku mulai dominan. Aku semakin tenang dan tidak gegabah dalam berbicara. Aku lebih sering mendengar dan mengamati lawan bicara. Aku lebih memperluas ranah privasiku. Aku sudah nonaktif instagram sejak pertengahan tahun 2021. Saat ini hanya bermain dua media sosial yaitu WA dan Quora.

Aku senang sekali membaca di Quora. Asik. Isu yang sering aku ikuti adalah psikologi, ekonomi, sains, kadang politik, oh iya, juga otomotif. Aku sekarang juga sedang melanjutkan membaca buku yang telah lama tidak aku hiraukan, ialah Pergolakan Pemikiran Islam: Catatan Harian Ahmad Wahib. Aku membaca secara perlahan dan seksama, mengingat diriku pernah hampir memutuskan untuk menjadi atheis dan beberapa saat menjadi agnostik. Aku pikir ini akan membantuku merenungi kecacatan-kecacatanku dalam berlogika.

Sepertinya begitu saja dulu. Aku ingin tidur. Semoga kesehatan, kebahagiaan, kebaikan, dan keselamatan senantiasa menemani hari-hari kita.

Salam...

Senin, 07 Juni 2021

Waktu, maut, dan aku.

Blog ini aku tulis untuk mengungkapkan beberapa hal pelik yang aku rasakan.
Blogku tidak memiliki banyak peminat, aku juga tak ingin blogku dibaca banyak orang karna mungkin itu dapat merusak orisinalitas tulisanku.
Blogku adalah temanku.
Untuk kamu yang setia membaca blogku, siapapun kamu, aku sungguh berterima kasih karna telah mendengarkanku, memahami tiap-tiap kesedihan yang aku sembunyikan. Karna memang benar hanya blog lah media sosialku dimana isinya cenderung menceritakan kondisi sendu hatiku dan sisi terdalam diriku yang tak banyak orang tau.
Blog ini mungkin akan menjadi salah satu warisanku ketika aku mati nanti.


Bicara soal kematian,
Disadari atau tidak, tiap makhluk melakukan sesuatu untuk menunggu maut. Melanjutkan perjalanan ke alam berikutnya.
Menghabiskan waktu dengan berbagai cara. Tak ada tujuan yang abadi. Semua orang berhak menentukan tujuannya. Semua orang berhak menghabiskan waktu dengan cara apa saja.
Keburukan maupun kebaikan,
Kekurangan maupun kelebihan,
akan selalu berdampingan.
Itulah kesempurnaan.

Agar dapat menjalani hidup dengan bahagia dan tidak membosankan, ciptakanlah tujuan dalam hidupmu.
Habiskan waktumu dengan caramu.
Tetaplah berusaha sebijak mungkin dalam mengisi waktu yang Tuhan anugerahkan untuk kita semua.

Berbahagialah kalian semua...
Buatlah lukisan yang indah
Nikmati perjalanan hidupmu
Terus belajar dari kehidupan
Suka dan duka adalah bagian dari kebahagiaan.
Semoga aku dan kalian selamat dan bahagia dimanapun kita berada.

Semangat kawan🔥🔥🔥

Minggu, 23 Mei 2021

Piweling

Akan selalu ada ujian di saat kita ingin naik level, entah itu dalam profesi maupun diri sendiri, entah itu di mata masyarakat maupun Tuhan.
Setiap orang menginginkan kebaikan dalam dirinya meningkat dari waktu ke waktu. Namun tak sedikit yang membuatnya hanya berupa impian, tanpa berusaha mewujudkannya.

Aku telah melalui program puasa 40 hari 'tanpa pamrih' yang aku ciptakan sendiri. Namun saat ini tinggal bagaimana aku dapat mempertahankan hasil yang aku dapat setelah menyelesaikan puasa tersebut. Banyak sekali godaan-godaan yang dapat membuat dekadensi dalam diriku. Aku rasa saat ini aku berada dalam fase ujian.

Semua ini semata-mata aku lakukan demi kematangan diriku agar aku dapat selamat dan bahagia dalam menjalani kehidupan ini bahkan setelahnya.

Untuk diriku di masa depan, dan kalian yang membaca ini, tetap semangat, tetaplah memiliki usaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu tanpa perlu merasa dirimu lebih baik dari siapapun. 

Semoga keselamatan dan kebahagiaan selalu menemanimu.

Rabu, 28 April 2021

Sa(d)ntri

I am okay to be a minority.
I am very well to be anything and everywhere.
Bukankah santri selamanya menjadi santri walau ia tak lagi di penjara suci?

Selagi diriku tak lekang dari pandangan-Nya,
dan jiwaku tak luput dari cinta-Nya,
Maka ia tak akan lebur oleh yang fana.

Tak banyak yg berubah dariku.
Begini-begini saja.
Berjalan angkuh di muka bumi
dengan cinta yg kering kerontang
Sedang batinku menangis meraung
Mengemis belas kasih dan cinta-Nya.
.

Dulu waktu masih di pesantren,
Ketika jiwaku tersesat,
Aku masih bisa manja
Meminta bantuan pada teman2ku
Untuk menunjukkan arah

Tapi saat ini,
Aku harus berjalan berdarah-darah
sampai terseok-seok
Sambil mengemis belas kasih
dari Sang Maha Pengasih.

Senin, 26 April 2021

Ratapan

Media sosial semu
Cintaku semu
Pun dengan kewarasanku.

Berkali-kali aku tersesat,
berkali-kali juga selamat.
Kadang aku bak perahu yang terhuyung di tengah samudra
Kadang juga seperti patung Pieterszoon yang berdiri angkuh di alun-alun Kota Hoorn. 

Kadang mendengar asma Nya saja,
Hatiku bergemuruh
Tubuhku terasa dingin dan gemetar
Hingga air mata berlinang.
Kadang aku acuh tak acuh
Angkuh sekali. 

Aku bertarung melawan nafsuku.
Tak jarang aku kehilangan diriku. 

Oh, cakrawala rinduku,
Sesakit inikah menuju rumahmu??

Ya Allah, Ya Tuhanku.
Aku ini apa?
Siapa?
Bagaimana?
Atau aku harus apa dan bagaimana??
Aku menjalani hidup dengan bahagia
Bahagia atas segala takdir-Mu.
Tapi jiwaku seperti meraung
Bak ingin hancur karna merindu.
Aku harus bagaimana??
Apa aku akan pulang segera?
Atau bahkan Engkau menginginkanku berlama-lama dalam dunia fana?

Ya Allah
Hidupku, matiku, hanya untuk-Mu.
Faghfirlyy, Ya Allah...
Faghfirlyy...

Minggu, 25 April 2021

Sweet 20

23 April kemarin aku tepat berusia 20 tahun. Rasanya biasa saja padahal detik-detik menjelang hari tersebut, aku merasa gerogi dan gelisah.

Ini adalah golden age bagiku. Aku merasa siap menghadapi masa depan. Aku berani lelah, berani menangis, berani ambil resiko, berani kesepian, berani hadapi kenyataan.

Resolusiku untuk satu dekade mendatang (20-30) adalah aku ingin dapat menaklukkan ego dan jiwaku sampai pada level muthmainnah.

Di usia ini, aku benar-benar tidak terpikirkan akan ada yang merayakan ulang tahunku. Tapi ternyata, tepat tengah malam menjelang tanggal 23, Sahabatku Futia Rosyidah adalah yang pertama merayakan ultahku dengan cara virtual, meniup lilin dan memakan kue untukku. Kemudian disusul oleh sahabatku di masa SD yaitu Detri Endah Juniarti, aku juga tak menyangka ia akan melakukannya. Lalu yang ketiga adalah salah satu cintaku semasa SD 😂, "Norfian".

Kamis, 25 Maret 2021

Titik Hitam

Akhir-akhir ini akalku agak miring. Logikaku sedang kalah  oleh hal yang - ah tak perlu disebutkan, biarkan pergi bersama waktu-.

Astaghfirullahal 'adziim.

Mungkin jika ingin fokus pada kedamaian, ketentraman, juga keselamatan jiwa maka yang pantas diingat ketika mengambil langkah adalah 'kematian'.

Jiwaku, kuatlah! Tenanglah! Fokuslah pada Rabbmu!

 

Akan selalu ada rintangan, bersabarlah. Tetaplah berproses.

Ya Allah, mohon kerjasamanya. Jangan lepas tanganku, jangan lepas tubuhku dari dekap-Mu.

Mohon jangan biarkan aku hancur oleh yang fana. Leburkan saja aku dalam cinta-Mu.

 

Selasa, 09 Februari 2021

Absurditas Kehidupan

 

Dalam kajiannya, Dr. Fahruddin faiz pernah mengutip quotes dari

seorang filsuf (aku lupa, tapi sepertinya Albert Camus), katanya begini:

"Should i kill myself or have a cup of coffee", lalu disusul dengan kalimat "Hidup ini memang absurd, maka terima dan hadapilah absurditas tersebut"

 

 

    Aku mendengar kajian tersebut tepat pada saat pikiranku sedang kalut. Aku memikirkan beberapa hal yang sebenarnya aku sempat tak sanggup menjawabnya. Pertanyaan-pertanyaan absurd muncul begitu saja. Seperti halnya; Mengapa Tuhan sangat membela orang tua? Mengapa ada istilah anak durhaka? Mengapa anak harus hati-hati dalam memperlakukan orang tua? Maka jawaban yang paling umum adalah karena orang tualah yang sudah mengandung kita selama kurang lebih 9 bulan dalam perut, betapa berat dan sulit juga penat, lalu mereka melahirkan dengan mempertaruhkan nyawa, kemudian merawat dan membesarkan dengan baik. Baiklah, jawaban tersebut sangat masuk akal, tapi jika dipikir-pikir lagi, Memangnya pernahkan kita minta untuk dilahirkan?

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa orang tua tidak berhak bahkan tidak pantas mengungkit pengorbanannya  selama membesarkan anak-anaknya. Lalu bagaimana dengan posisi kita sebagai seorang anak? Apakah kita bisa menyalahkan orang tua atas kelahiran kita yang tidak kita inginkan? Mari simak tulisan berikut.

 

    Terlepas dari kita adalah seorang anak, aku teringat fakta lain bahwasanya kita adalah seorang hamba. Hamba yang diamanahi oleh Tuhan untuk melakukan suatu hal di dunia ini. Memang itu berat, siapa yang ingin mencicipi kehidupan dunia yang penuh permainan dan fana ini. Mau bagaimanapun juga, kita tetap hamba dan Tuhan tetap Tuhan.  Jadi, kita harus tahu visi dan misi kita, siapa kita, apa peran kita.  Hidup ini memang berat dan penuh absurditas, namun apakah kita harus bunuh diri? Itu bukanlah pilihan, maka kita harus Menerima dan Menghadapi absurditas kehidupan. Tuhan mempercayai kita memainkan peran di dunia melalui lahirnya kita dari rahim seorang ibu, dan mungkin salah satu tugas awal kita adalah mengukir senyum di wajah orang tua kita. Jadi kesimpulannya sebagai seorang anak, kita harus menghormati perjuangan orang tua yang telah membantu kita bertahan hidup untuk menjalankan perintah-perintah dan amanah dari Tuhan.

 

    Filsuf itu benar, jika kita tidak menerima dan menghadapi absurditas kehidupan, maka kita menjadi seorang pengecut, manusia yang tidak maju, pemikiran cupet dan dangkal. Jika kita stres dan merasa tidak sanggup menghadapi beratnya kehidupan, daripada bunuh diri alangkah lebih baiknya jika ayo ngopi saja.

 

    Di dunia ini banyak sekali hal-hal absurd, pertanyaan-pertanyaan absurd, tapi di sisi lain juga selalu ada jawaban-jawaban absurd pula. Hahahha. Jadi jika kita mendapati hal-hal absurd yang merugikan hidup kita, maka alangkah lebih baik jika kita menangguhkan hal tersebut sampai kita mendapat jawaban yang masuk akal sehingga kita bisa tetap maju dalam menjalani kehidupan.

 

Sekali lagi, saat ini kalian berada dalam isi kepalaku. Jika kalian memiliki kritik, saran, maupun argumen lain, dan ingin mendiskusikannya, silahkan tulis di kolom komentar atau hubungi saja aku di kontakzizah@gmail.com . Aku akan sangat senang mendengarnya.

 

Terima kasih dan mohon maaf atas tulisanku jika itu melukai perasaanmu.

Keep Healthy and Happy🌠

 

Salam🌻

Nothing Relation

    Kemarin adalah hari pertama kuliah semester 4. Hari-hari sebelumnya aku memikirkan banyak hal tapi sayangnya aku lupa menulisnya, dan jika saat ini aku paksa untuk mengingat semua itu maka aku jadi bingung harus mulai dari mana. Aku akan lebih rajin menulis.

    Menurutku seseorang tidak bisa mengubah orang lain. Sebenarnya manusia dapat melakukan segala hal, asal ia mau dan sungguh-sungguh menjalaninya.  Aku yakin kita semua memahaminya. Banyak orang meminta nasihat kesana dan kemari tapi nasihat-nasihat yang sudah ia dapat hanya seperti angin yang berlalu begitu saja. Tidak sedikit nasihat panjang lebar dan tinggi, tak berguna bagi kita yang tak serius. Begitupun sebaliknya, tak sedikit pula nasihat sederhana dan biasa saja tapi dapat mengubah seseorang yang benar-benar serius. Tak hanya itu, ketika seseorang bersungguh-sungguh maka dia selalu punya berbagai solusi dan alternatif untuk mengatasi kendala dalam mencapai tujuannya, sedangkan yang kurang bersungguh-sungguh selalu punya alasan atau alibi atas kegagalannya. Jadi, jika kalian masih banyak alasan untuk menutupi kegagalan kalian, maka kalian pasti paham sekarang berada di posisi yang mana. 

Aku meyakini bahwa semua orang dapat melakukan segala hal asal ia sungguh-sungguh. Untuk kalian yang muslim, pasti sering mendengar semboyan "Man Jadda Wa jada". Percayalah, itu bukan omong kosong. Untuk kalian yang percaya pada Tuhan, maka selalu libatkan Tuhan dalam tiap langkahmu, dan yang tidak kalah penting adalah restu orang tua tentunya. Untuk kalian yang tidak percaya Tuhan, maka aku no comment, karena aku tidak tahu apa yang kalian percaya. 


    Dulu aku sering heran, untuk apa jauh-jauh mencari nasihat jika itu sudah ada dalam diri sendiri, tapi ya mungkin saja melalui perantara orang lain maka seseorang dapat menyadari jawaban-jawaban yang terselip dalam dirinya. Tapi, tak sedikit dari kita yang meminta nasihat orang lain sedangkan kita sendiri sebenarnya sudah tahu jawaban dan apa yang seharusnya kita lakukan, namun kita tak puas dengan kebenaran sehingga kita mencari sesuatu yang cocok dan akhirnya terjadilah 'manipulasi kebenaran'.

Aku dulu sangat sering kecewa karna banyak orang yang meminta nasihat padaku dan banyak juga yang tidak menghiraukan. Tetapi semenjak rajin mendengar kajian dari Dr. Fahruddin Faiz, maka aku punya slogan "You're nothing in relation to me", Kita beda frekuensi, tidak nyambung, tidak cocok, ya sudah, tak perlu debat!.

Didengar atau tidak, itu sudah bukan urusanku, nanti juga ada saatnya seseorang menyadari kebenarannya, yang penting aku sudah menjalani tugasku sebagai sesama manusia dan makhluk Tuhan. Aku tidak ada waktu untuk ikut campur dalam kehidupan orang lain. It's not my style.  

 

    Untuk kalian yang mungkin kurang setuju, ingin memberi kritik maupun saran, atau ingin diskusi seputar apa yang telah aku tulis, silahkan keluarkan semua unek-unek kalian di kolom komentar, atau hubungi aku di kontakzizah@gmail.com . Aku akan senang sekali menanggapinya.

Keep Healthy and Happy🌠

Salam🌻🌻🌻 

Selasa, 23 Juni 2020

My Besties ❤

Assalamu'alaikum.

Jadi kali ini aku mau bicara soal sahabat2ku.
Perjalanan hidupku yang penuh lika-liku ketika di pesantren membuatku dekat dengan mereka.
Perkenalkan, Futia dan si kembar "Mahmudah & Mahfudho". Mereka bertiga sudah kuanggap sebagai sahabat sekaligus saudaraku. 

Futia, lengkapnya Futia Rosyidah adalah satu2nya teman yang paling banyak tahu tentang aku, teman yang selalu aku tuju saat aku sedang menangis juga teman yang paling ingin aku buat tersenyum dan bahagia. Dia itu pendengar yang baik, ya memang dia tidak selalu bisa memberiku solusi soal masalah pribadiku. Tapi aku tidak butuh solusi ketika aku bicara dengannya. Aku hanya ingin didengar saja olehnya dan aku mempercayainya. Aku nyaman ketika bercerita dengannya. Jadi, sampai saat ini kalau ada apa2 aku selalu cerita sama dia gais. Jadi berawal dari saling berbagi cerita, alhasil kami dekat. Dan aku tidak mau lostcont dengannya walau jarak memisahkan kitaa, eakk.. *alay :v

Jadi dia itu perawakannya mungil. Matanya sipit gitu, senyumnya manis banget. Cute lah. Cengeng juga dia tuh. hahaha. Introvert sampai aku tidak banyak tau soal dia. Sebenarnya aku tidak tahu apakah dia juga menganggapku sahabat atau bukan, tapi aku tidak begitu peduli, yang pasti aku menyayanginya layaknya sahabatku.

Lalu ada Si Kembar, Mahmudah n Mahfudho.
Yaaa kalian tau sendiri lah gimana hubungan saudara kembar, mereka seriiingg banget berantem. Aku sampai bingung ketika bertemu salah satunya dan menanyakan keberadaan saudara kembarnya lalu ia menjawab "tidak tau" dengan nada yang super duper cuek. Oh Lorddd 😂.
Mereka ini teman spiritualku. Disaat aku merasa jiwaku sedang tersesat, imanku naik turun, kebingungan, mereka selalu bisa menyejukkan hatiku dengan nasihat dan cerita2 yang ia berikan.
Berada di dekat mereka rasanya tenang. Sejuk. Auranya menyejukkan. Aku suka berteman dengan mereka. Tidak ingin kehilangan teman seperti mereka.
Mereka cantik, tatapannya teduh. 
Kalau Mahmudah, wajah dan tubuhnya lebih mungil dari Mahfudho. Keduanya sama2 istimewa.


Alhamdulillah, Allah telah mempertemukanku dengan orang2 yang spesial. 🌹🌹

Terima kasih, Ya Allah.
Terima kasih juga, sobat😊