Hai... Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa sudah berganti tahun dan aku masih saja tidak rajin menulis.
Tidak jauh berbeda dari tahun kemarin, tahun ini memberi keistimewaan tersendiri. Jika tahun kemarin merupakan tahun di mana perjalanan spiritual terjadi maka tahun ini pun begitu. Perjalanan spiritual dengan media yang berbeda. Medianya kali ini adalah cinta.
Aku telah mengalami banyak hal selama setengah tahun ini. Internship dan skripsi memberiku banyak pelajaran tentang sebuah keinginan dan harapan. Keinginan yang terwujud maupun tidak, harapan yang pudar dan kubiarkan padam, harapan baru yang harus terus dipupuk, semua itu terjadi semata-mata hanya jika Allah mengizinkan.
Tahun ini merupakan jawaban tahun kemarin, tahun kemarin adalah jawaban tahun sebelumnya, dan tahun depan mungkin akan menjawab tahun ini. Tahun ini aku mendapat tamparan yang cukup keras, tapi sepadan dengan pertanyaan yang telah aku ajukan di tahun-tahun sebelumnya.
Beberapa hal yang perlu digaris bawahi pada setengah tahun ini adalah sebagai berikut:
- Aku telah menyelesaikan kuliahku, pendadaran pada tanggal 10 Juni, dan berjalan dengan baik meski dalam prosesnya harus melewati kendala yang cukup berarti.
- Luka lama sedikit tergores karena kedatangan bapak setelah 13 tahun tidak memijakkan kaki di bumi Lamongan.
- Berpacaran dengan seorang berinisial D.A.S yang aku sayangi.
Teringat omongan Soe Hok Gie dalam buku harianya yang diterbitkan oleh LP3ES berjudul Catatan Harian Seorang Demonstran, bahwa "Pacaran adalah pengalaman menyegarkan walaupun resiko emosionalnya besar". Sebagai individu yang tumbuh dengan latar belakang broken home, tentu aku memiliki beberapa tendensi terhadap ketakutan-ketakutan masa lalu. Namun logikaku masih aktif dan terasah. Menjalani hari-hari dengan D.A.S membuatku mengalami proses berpikir yang baru dan cukup signifikan hasilnya. Aku ingin tumbuh sebagai pribadi yang benar-benar autentik tanpa ada tendensi akan ketakutan masa lalu. Aku ingin memandang pasanganku saat ini sebagai manusia seutuhnya. Manusia yang bisa marah, sedih, atau mungkin bersikap kasar tanpa ia sengaja dan jika suatu saat itu terjadi, aku ingin hadir sebagai pasangan yang mampu meneduhkan dan menyejukkannya, bukan malah aku merasa ketakutan dan kalap karena trauma masa lalu. Tidak. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Aku ingin hadir sebagai seorang zizah yang penuh dengan cinta dan kasih sayang tanpa ada tendensi akan ketakutan masa lalu. Semoga tuhan senantiasa memberi kesehatan dan semangat untuk menjalani hari-hari.
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung, bertawakkal, dan memohon hanya kepada-Mu. Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan-Mu, Ya Allah, duhai dzat Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan seluruh alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar