Senin, 23 Mei 2022

Gereja Katolik Santo Yohanes Rasul Pringwulung

Saya menunggu momen ini, momen di mana saya bisa menulis sesuatu yang istimewa di blog.

Kemarin, tanggal 22 Mei 2022 pukul 16.30 WIB, saya dan teman satu kos (Ferda dan Sogen) juga Gita dan satu temannya lagi berangkat ke gereja pringwulung.Merayakan Misa. Saya telah merencanakan dan menantikan hari tersebut sejak lama. Kami menggunakan layanan maxim. Pukul 17.00 kami tiba di gereja. Turun dari mobil, saya merasakan euforia. Langkah demi langkah, akhirnya saya masuk ke gereja. Megah, tenang, nan ramai. Melihat patung Yesus dengan salibnya, juga Bunda Maria. Terdapat seperti air suci saat memasuki gereja, saya tidak tahu itu air apa, dan saya juga tidak tahu bagaimana seharusnya saya menggunakannya hahah. Kami berjalan ke depan, mencari kursi kosong. Menunggu beberapa saat, nyanyian demi nyanyian mulai memenuhi atmosfer gereja. Mendengarkan MC dan Uskup dengan seksama. Mengamati segala sesuatu di sekitar saya, seperti cara mereka memberi penghormatan dengan sedikit berlutut sebelum duduk di kursi masing-masing, Sang Uskup yang membentangkan kedua tangan seraya mengajak umat berdoa. Nyanyian, kajian, nyanyian, kajian, dan berdoa. Di akhir ritual, juga ada pembagian hosti, roti sakral yang sudah diberi berkat. Saya tidak berhak mendapat hosti tersebut, jadi saya hanya duduk saat teman-teman mengambil hosti, juga ada beberapa orang yang tidak mengambil hosti dikarenakan merasa dirinya masih banyak dosa dan seolah-olah tak berhak mendapatkannya.

Waktu itu, di tengah ritual, saat Uskup memberi ceramah, ada hal yang saya garis bawahi, ialah tentang Roh Kudus. -Saya dulu pernah hampir memutuskan untuk menjadi seorang atheis, namun saya bukan tipikal orang yang gegabah dalam mengambil sebuah keputusan besar, waktu demi waktu, saya meyakini adanya Tuhan. Saya meyakini bahwa di balik semesta ini, ada sesuatu yang dahsyat yang tidak mampu dipecahkan dengan mudah, tak mampu dinalar bahkan oleh seorang berilmu. Saya meyakini adanya Tuhan, namun skeptis dengan agama. Namun pada akhirnya, saya memutuskan untuk berkomitmen dalam Islam, meski semua terasa hambar.- Saat mendengar ceramah Uskup, saya mulai mantap terhadap Islam. Saat ini, saya adalah orang yang mengimani Tuhan namun skeptis dengan agama, adapun agama yang kemarin dan saat ini saya ikuti adalah Islam. Saya tidak perlu menjelaskan apapun yang saya tangkap dari ceramah Uskup. Biarkan itu menjadi warna-warni dalam pikiran saya.

Sungguh, ini adalah perjalanan spiritual yang menyenangkan. Saya masih akan melanjutkan perjalanan ini. Selanjutnya saya akan ke gereja protestan. Motif saya melakukan hal ini adalah untuk mencari cat, menambahkan warna baru pada kanvas saya. Hidup ini seperti lukisan. Kita mendapat hak untuk memberi warna padanya sesuai dengan yang kita mau, meski hak itu tidak 100%. Saya tidak akan bilang ini Lillahi Ta'ala, saya tidak mau membawa nama Tuhan dalam hal ini, saya bahkan tidak melegalkan tindakan saya, saya tidak tahu apakah Tuhan akan marah pada saya karena hal tersebut, tapi saya harap Tuhan tidak marah pada saya. Saya ingin belajar, saya ingin mengenal-Nya dengan cara yang saya kehendaki. Saya ingin mengenal siapa saya, Tuhan saya, dan makhluk-makhluk-Nya. Saya ingin memahami manusia sebagai manusia. Menurutku, tiga hal yang seksi dan menarik dalam dunia ini adalah ilmu pengetahuan, cinta, dan Tuhan.

Untuk ibu, tulisan ini aku persembahkan untukmu. Sengaja tidak memberi tahu melalui Whatsapp dikarenakan agar tidak mengetik dua kali hahahah. I Love You, Ibuk. Mmuuach.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar