Media sosial semu
Cintaku semu
Cintaku semu
Pun dengan kewarasanku.
Berkali-kali aku tersesat,
berkali-kali juga selamat.
Kadang aku bak perahu yang terhuyung di tengah samudra
Kadang juga seperti patung Pieterszoon yang berdiri angkuh di alun-alun Kota Hoorn.
Kadang mendengar asma Nya saja,
Hatiku bergemuruh
Tubuhku terasa dingin dan gemetar
Hingga air mata berlinang.
Kadang aku acuh tak acuh
Angkuh sekali.
Aku bertarung melawan nafsuku.
Tak jarang aku kehilangan diriku.
Oh, cakrawala rinduku,
Sesakit inikah menuju rumahmu??
Ya Allah, Ya Tuhanku.
Aku ini apa?
Siapa?
Bagaimana?
Atau aku harus apa dan bagaimana??
Aku menjalani hidup dengan bahagia
Bahagia atas segala takdir-Mu.
Tapi jiwaku seperti meraung
Bak ingin hancur karna merindu.
Aku harus bagaimana??
Apa aku akan pulang segera?
Atau bahkan Engkau menginginkanku berlama-lama dalam dunia fana?
Ya Allah
Hidupku, matiku, hanya untuk-Mu.
Faghfirlyy, Ya Allah...
Faghfirlyy...
Hidupku, matiku, hanya untuk-Mu.
Faghfirlyy, Ya Allah...
Faghfirlyy...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar