Kamis, 26 Mei 2022
Aku, Tika, Okta, dan Trimul bepergian ke Pantai Kesirat.
Tika menjemputku di kos pukul 5 pagi, lalu menuju kos Okta dan Trimul. Lalu perjalanan dimulai sekitar pukul setengah 6. Perjalanan menuju Pantai Kesirat memakan waktu satu setengah jam. Kami tiba di Pantai Kesirat pukul 7. Untuk dapat melihat pantai, kami berjalan kaki melewati jalan setapak yag sudah dicor. Aksesnya sudah bagus dan mudah. Setelah kelelahan dan sangat kedinginan ketika dalam perjalanan tadi, kami disuguhi keindahan Pantai Kesirat. Ini adalah kali pertama aku melihat pantai berwarna hijau kebiruan. Cantik sekali. Selama ini di Jawa Timur, pantainya berwarna coklat, hahahah, yaaa maklum pantai utara. Pantai selatan menjelang sedang pasang, dan ombak besar, karna angin Monsun Australia. Ah, debur ombak yang menghatam tebing-tebing yang cadas terlihat mematikan namun menawan.
Setelah puas menyaksikan hamparan biru dan debur ombak, kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Wohkudu, sekitar pukul 8. Pantai Wohkudu berada di sebelah Pantai Kesirat, yang membuat mereka berbeda adalah permukaannya. Di Pantai Kesirat, kami tidak tersentuh air laut karena spotnya berupa tebing tinggi, sedangkan Pantai Wohkudu terdapat pasir, dan kami bisa bermain air. Akses menuju Pantai Wohkudu tidak sebagus ke Pantai Kesirat, ia masih berupa jalan terjal, bebatuan, curam, dan licin.
Pukul setengah 11, kami memulai perjalanan pulang. Hujan sangat lebat. Setengah 2, kami mampir makan. Di Ayam Geprek Sa'i. Seharusnya Olive saja, murah, wkwkwk.
Sampai kos pukul setengah 3, saya tidur sebentar. Kemudian pukul 5 saya berangkat ke kampus untuk bermain karawitan, hingga pukul 11 malam. Banyak senior yg datang sehingga latihan bisa maksimal dan saya belajar bermain kendang. Sangat lelah tapi juga sangat menyenangkan.