Rabu, 28 April 2021

Sa(d)ntri

I am okay to be a minority.
I am very well to be anything and everywhere.
Bukankah santri selamanya menjadi santri walau ia tak lagi di penjara suci?

Selagi diriku tak lekang dari pandangan-Nya,
dan jiwaku tak luput dari cinta-Nya,
Maka ia tak akan lebur oleh yang fana.

Tak banyak yg berubah dariku.
Begini-begini saja.
Berjalan angkuh di muka bumi
dengan cinta yg kering kerontang
Sedang batinku menangis meraung
Mengemis belas kasih dan cinta-Nya.
.

Dulu waktu masih di pesantren,
Ketika jiwaku tersesat,
Aku masih bisa manja
Meminta bantuan pada teman2ku
Untuk menunjukkan arah

Tapi saat ini,
Aku harus berjalan berdarah-darah
sampai terseok-seok
Sambil mengemis belas kasih
dari Sang Maha Pengasih.

Senin, 26 April 2021

Ratapan

Media sosial semu
Cintaku semu
Pun dengan kewarasanku.

Berkali-kali aku tersesat,
berkali-kali juga selamat.
Kadang aku bak perahu yang terhuyung di tengah samudra
Kadang juga seperti patung Pieterszoon yang berdiri angkuh di alun-alun Kota Hoorn. 

Kadang mendengar asma Nya saja,
Hatiku bergemuruh
Tubuhku terasa dingin dan gemetar
Hingga air mata berlinang.
Kadang aku acuh tak acuh
Angkuh sekali. 

Aku bertarung melawan nafsuku.
Tak jarang aku kehilangan diriku. 

Oh, cakrawala rinduku,
Sesakit inikah menuju rumahmu??

Ya Allah, Ya Tuhanku.
Aku ini apa?
Siapa?
Bagaimana?
Atau aku harus apa dan bagaimana??
Aku menjalani hidup dengan bahagia
Bahagia atas segala takdir-Mu.
Tapi jiwaku seperti meraung
Bak ingin hancur karna merindu.
Aku harus bagaimana??
Apa aku akan pulang segera?
Atau bahkan Engkau menginginkanku berlama-lama dalam dunia fana?

Ya Allah
Hidupku, matiku, hanya untuk-Mu.
Faghfirlyy, Ya Allah...
Faghfirlyy...

Minggu, 25 April 2021

Sweet 20

23 April kemarin aku tepat berusia 20 tahun. Rasanya biasa saja padahal detik-detik menjelang hari tersebut, aku merasa gerogi dan gelisah.

Ini adalah golden age bagiku. Aku merasa siap menghadapi masa depan. Aku berani lelah, berani menangis, berani ambil resiko, berani kesepian, berani hadapi kenyataan.

Resolusiku untuk satu dekade mendatang (20-30) adalah aku ingin dapat menaklukkan ego dan jiwaku sampai pada level muthmainnah.

Di usia ini, aku benar-benar tidak terpikirkan akan ada yang merayakan ulang tahunku. Tapi ternyata, tepat tengah malam menjelang tanggal 23, Sahabatku Futia Rosyidah adalah yang pertama merayakan ultahku dengan cara virtual, meniup lilin dan memakan kue untukku. Kemudian disusul oleh sahabatku di masa SD yaitu Detri Endah Juniarti, aku juga tak menyangka ia akan melakukannya. Lalu yang ketiga adalah salah satu cintaku semasa SD 😂, "Norfian".