Senin, 07 Juni 2021

Waktu, maut, dan aku.

Blog ini aku tulis untuk mengungkapkan beberapa hal pelik yang aku rasakan.
Blogku tidak memiliki banyak peminat, aku juga tak ingin blogku dibaca banyak orang karna mungkin itu dapat merusak orisinalitas tulisanku.
Blogku adalah temanku.
Untuk kamu yang setia membaca blogku, siapapun kamu, aku sungguh berterima kasih karna telah mendengarkanku, memahami tiap-tiap kesedihan yang aku sembunyikan. Karna memang benar hanya blog lah media sosialku dimana isinya cenderung menceritakan kondisi sendu hatiku dan sisi terdalam diriku yang tak banyak orang tau.
Blog ini mungkin akan menjadi salah satu warisanku ketika aku mati nanti.


Bicara soal kematian,
Disadari atau tidak, tiap makhluk melakukan sesuatu untuk menunggu maut. Melanjutkan perjalanan ke alam berikutnya.
Menghabiskan waktu dengan berbagai cara. Tak ada tujuan yang abadi. Semua orang berhak menentukan tujuannya. Semua orang berhak menghabiskan waktu dengan cara apa saja.
Keburukan maupun kebaikan,
Kekurangan maupun kelebihan,
akan selalu berdampingan.
Itulah kesempurnaan.

Agar dapat menjalani hidup dengan bahagia dan tidak membosankan, ciptakanlah tujuan dalam hidupmu.
Habiskan waktumu dengan caramu.
Tetaplah berusaha sebijak mungkin dalam mengisi waktu yang Tuhan anugerahkan untuk kita semua.

Berbahagialah kalian semua...
Buatlah lukisan yang indah
Nikmati perjalanan hidupmu
Terus belajar dari kehidupan
Suka dan duka adalah bagian dari kebahagiaan.
Semoga aku dan kalian selamat dan bahagia dimanapun kita berada.

Semangat kawan🔥🔥🔥

Minggu, 23 Mei 2021

Piweling

Akan selalu ada ujian di saat kita ingin naik level, entah itu dalam profesi maupun diri sendiri, entah itu di mata masyarakat maupun Tuhan.
Setiap orang menginginkan kebaikan dalam dirinya meningkat dari waktu ke waktu. Namun tak sedikit yang membuatnya hanya berupa impian, tanpa berusaha mewujudkannya.

Aku telah melalui program puasa 40 hari 'tanpa pamrih' yang aku ciptakan sendiri. Namun saat ini tinggal bagaimana aku dapat mempertahankan hasil yang aku dapat setelah menyelesaikan puasa tersebut. Banyak sekali godaan-godaan yang dapat membuat dekadensi dalam diriku. Aku rasa saat ini aku berada dalam fase ujian.

Semua ini semata-mata aku lakukan demi kematangan diriku agar aku dapat selamat dan bahagia dalam menjalani kehidupan ini bahkan setelahnya.

Untuk diriku di masa depan, dan kalian yang membaca ini, tetap semangat, tetaplah memiliki usaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu tanpa perlu merasa dirimu lebih baik dari siapapun. 

Semoga keselamatan dan kebahagiaan selalu menemanimu.

Rabu, 28 April 2021

Sa(d)ntri

I am okay to be a minority.
I am very well to be anything and everywhere.
Bukankah santri selamanya menjadi santri walau ia tak lagi di penjara suci?

Selagi diriku tak lekang dari pandangan-Nya,
dan jiwaku tak luput dari cinta-Nya,
Maka ia tak akan lebur oleh yang fana.

Tak banyak yg berubah dariku.
Begini-begini saja.
Berjalan angkuh di muka bumi
dengan cinta yg kering kerontang
Sedang batinku menangis meraung
Mengemis belas kasih dan cinta-Nya.
.

Dulu waktu masih di pesantren,
Ketika jiwaku tersesat,
Aku masih bisa manja
Meminta bantuan pada teman2ku
Untuk menunjukkan arah

Tapi saat ini,
Aku harus berjalan berdarah-darah
sampai terseok-seok
Sambil mengemis belas kasih
dari Sang Maha Pengasih.

Senin, 26 April 2021

Ratapan

Media sosial semu
Cintaku semu
Pun dengan kewarasanku.

Berkali-kali aku tersesat,
berkali-kali juga selamat.
Kadang aku bak perahu yang terhuyung di tengah samudra
Kadang juga seperti patung Pieterszoon yang berdiri angkuh di alun-alun Kota Hoorn. 

Kadang mendengar asma Nya saja,
Hatiku bergemuruh
Tubuhku terasa dingin dan gemetar
Hingga air mata berlinang.
Kadang aku acuh tak acuh
Angkuh sekali. 

Aku bertarung melawan nafsuku.
Tak jarang aku kehilangan diriku. 

Oh, cakrawala rinduku,
Sesakit inikah menuju rumahmu??

Ya Allah, Ya Tuhanku.
Aku ini apa?
Siapa?
Bagaimana?
Atau aku harus apa dan bagaimana??
Aku menjalani hidup dengan bahagia
Bahagia atas segala takdir-Mu.
Tapi jiwaku seperti meraung
Bak ingin hancur karna merindu.
Aku harus bagaimana??
Apa aku akan pulang segera?
Atau bahkan Engkau menginginkanku berlama-lama dalam dunia fana?

Ya Allah
Hidupku, matiku, hanya untuk-Mu.
Faghfirlyy, Ya Allah...
Faghfirlyy...

Minggu, 25 April 2021

Sweet 20

23 April kemarin aku tepat berusia 20 tahun. Rasanya biasa saja padahal detik-detik menjelang hari tersebut, aku merasa gerogi dan gelisah.

Ini adalah golden age bagiku. Aku merasa siap menghadapi masa depan. Aku berani lelah, berani menangis, berani ambil resiko, berani kesepian, berani hadapi kenyataan.

Resolusiku untuk satu dekade mendatang (20-30) adalah aku ingin dapat menaklukkan ego dan jiwaku sampai pada level muthmainnah.

Di usia ini, aku benar-benar tidak terpikirkan akan ada yang merayakan ulang tahunku. Tapi ternyata, tepat tengah malam menjelang tanggal 23, Sahabatku Futia Rosyidah adalah yang pertama merayakan ultahku dengan cara virtual, meniup lilin dan memakan kue untukku. Kemudian disusul oleh sahabatku di masa SD yaitu Detri Endah Juniarti, aku juga tak menyangka ia akan melakukannya. Lalu yang ketiga adalah salah satu cintaku semasa SD 😂, "Norfian".

Kamis, 25 Maret 2021

Titik Hitam

Akhir-akhir ini akalku agak miring. Logikaku sedang kalah  oleh hal yang - ah tak perlu disebutkan, biarkan pergi bersama waktu-.

Astaghfirullahal 'adziim.

Mungkin jika ingin fokus pada kedamaian, ketentraman, juga keselamatan jiwa maka yang pantas diingat ketika mengambil langkah adalah 'kematian'.

Jiwaku, kuatlah! Tenanglah! Fokuslah pada Rabbmu!

 

Akan selalu ada rintangan, bersabarlah. Tetaplah berproses.

Ya Allah, mohon kerjasamanya. Jangan lepas tanganku, jangan lepas tubuhku dari dekap-Mu.

Mohon jangan biarkan aku hancur oleh yang fana. Leburkan saja aku dalam cinta-Mu.

 

Selasa, 09 Februari 2021

Absurditas Kehidupan

 

Dalam kajiannya, Dr. Fahruddin faiz pernah mengutip quotes dari

seorang filsuf (aku lupa, tapi sepertinya Albert Camus), katanya begini:

"Should i kill myself or have a cup of coffee", lalu disusul dengan kalimat "Hidup ini memang absurd, maka terima dan hadapilah absurditas tersebut"

 

 

    Aku mendengar kajian tersebut tepat pada saat pikiranku sedang kalut. Aku memikirkan beberapa hal yang sebenarnya aku sempat tak sanggup menjawabnya. Pertanyaan-pertanyaan absurd muncul begitu saja. Seperti halnya; Mengapa Tuhan sangat membela orang tua? Mengapa ada istilah anak durhaka? Mengapa anak harus hati-hati dalam memperlakukan orang tua? Maka jawaban yang paling umum adalah karena orang tualah yang sudah mengandung kita selama kurang lebih 9 bulan dalam perut, betapa berat dan sulit juga penat, lalu mereka melahirkan dengan mempertaruhkan nyawa, kemudian merawat dan membesarkan dengan baik. Baiklah, jawaban tersebut sangat masuk akal, tapi jika dipikir-pikir lagi, Memangnya pernahkan kita minta untuk dilahirkan?

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa orang tua tidak berhak bahkan tidak pantas mengungkit pengorbanannya  selama membesarkan anak-anaknya. Lalu bagaimana dengan posisi kita sebagai seorang anak? Apakah kita bisa menyalahkan orang tua atas kelahiran kita yang tidak kita inginkan? Mari simak tulisan berikut.

 

    Terlepas dari kita adalah seorang anak, aku teringat fakta lain bahwasanya kita adalah seorang hamba. Hamba yang diamanahi oleh Tuhan untuk melakukan suatu hal di dunia ini. Memang itu berat, siapa yang ingin mencicipi kehidupan dunia yang penuh permainan dan fana ini. Mau bagaimanapun juga, kita tetap hamba dan Tuhan tetap Tuhan.  Jadi, kita harus tahu visi dan misi kita, siapa kita, apa peran kita.  Hidup ini memang berat dan penuh absurditas, namun apakah kita harus bunuh diri? Itu bukanlah pilihan, maka kita harus Menerima dan Menghadapi absurditas kehidupan. Tuhan mempercayai kita memainkan peran di dunia melalui lahirnya kita dari rahim seorang ibu, dan mungkin salah satu tugas awal kita adalah mengukir senyum di wajah orang tua kita. Jadi kesimpulannya sebagai seorang anak, kita harus menghormati perjuangan orang tua yang telah membantu kita bertahan hidup untuk menjalankan perintah-perintah dan amanah dari Tuhan.

 

    Filsuf itu benar, jika kita tidak menerima dan menghadapi absurditas kehidupan, maka kita menjadi seorang pengecut, manusia yang tidak maju, pemikiran cupet dan dangkal. Jika kita stres dan merasa tidak sanggup menghadapi beratnya kehidupan, daripada bunuh diri alangkah lebih baiknya jika ayo ngopi saja.

 

    Di dunia ini banyak sekali hal-hal absurd, pertanyaan-pertanyaan absurd, tapi di sisi lain juga selalu ada jawaban-jawaban absurd pula. Hahahha. Jadi jika kita mendapati hal-hal absurd yang merugikan hidup kita, maka alangkah lebih baik jika kita menangguhkan hal tersebut sampai kita mendapat jawaban yang masuk akal sehingga kita bisa tetap maju dalam menjalani kehidupan.

 

Sekali lagi, saat ini kalian berada dalam isi kepalaku. Jika kalian memiliki kritik, saran, maupun argumen lain, dan ingin mendiskusikannya, silahkan tulis di kolom komentar atau hubungi saja aku di kontakzizah@gmail.com . Aku akan sangat senang mendengarnya.

 

Terima kasih dan mohon maaf atas tulisanku jika itu melukai perasaanmu.

Keep Healthy and Happy🌠

 

Salam🌻

Nothing Relation

    Kemarin adalah hari pertama kuliah semester 4. Hari-hari sebelumnya aku memikirkan banyak hal tapi sayangnya aku lupa menulisnya, dan jika saat ini aku paksa untuk mengingat semua itu maka aku jadi bingung harus mulai dari mana. Aku akan lebih rajin menulis.

    Menurutku seseorang tidak bisa mengubah orang lain. Sebenarnya manusia dapat melakukan segala hal, asal ia mau dan sungguh-sungguh menjalaninya.  Aku yakin kita semua memahaminya. Banyak orang meminta nasihat kesana dan kemari tapi nasihat-nasihat yang sudah ia dapat hanya seperti angin yang berlalu begitu saja. Tidak sedikit nasihat panjang lebar dan tinggi, tak berguna bagi kita yang tak serius. Begitupun sebaliknya, tak sedikit pula nasihat sederhana dan biasa saja tapi dapat mengubah seseorang yang benar-benar serius. Tak hanya itu, ketika seseorang bersungguh-sungguh maka dia selalu punya berbagai solusi dan alternatif untuk mengatasi kendala dalam mencapai tujuannya, sedangkan yang kurang bersungguh-sungguh selalu punya alasan atau alibi atas kegagalannya. Jadi, jika kalian masih banyak alasan untuk menutupi kegagalan kalian, maka kalian pasti paham sekarang berada di posisi yang mana. 

Aku meyakini bahwa semua orang dapat melakukan segala hal asal ia sungguh-sungguh. Untuk kalian yang muslim, pasti sering mendengar semboyan "Man Jadda Wa jada". Percayalah, itu bukan omong kosong. Untuk kalian yang percaya pada Tuhan, maka selalu libatkan Tuhan dalam tiap langkahmu, dan yang tidak kalah penting adalah restu orang tua tentunya. Untuk kalian yang tidak percaya Tuhan, maka aku no comment, karena aku tidak tahu apa yang kalian percaya. 


    Dulu aku sering heran, untuk apa jauh-jauh mencari nasihat jika itu sudah ada dalam diri sendiri, tapi ya mungkin saja melalui perantara orang lain maka seseorang dapat menyadari jawaban-jawaban yang terselip dalam dirinya. Tapi, tak sedikit dari kita yang meminta nasihat orang lain sedangkan kita sendiri sebenarnya sudah tahu jawaban dan apa yang seharusnya kita lakukan, namun kita tak puas dengan kebenaran sehingga kita mencari sesuatu yang cocok dan akhirnya terjadilah 'manipulasi kebenaran'.

Aku dulu sangat sering kecewa karna banyak orang yang meminta nasihat padaku dan banyak juga yang tidak menghiraukan. Tetapi semenjak rajin mendengar kajian dari Dr. Fahruddin Faiz, maka aku punya slogan "You're nothing in relation to me", Kita beda frekuensi, tidak nyambung, tidak cocok, ya sudah, tak perlu debat!.

Didengar atau tidak, itu sudah bukan urusanku, nanti juga ada saatnya seseorang menyadari kebenarannya, yang penting aku sudah menjalani tugasku sebagai sesama manusia dan makhluk Tuhan. Aku tidak ada waktu untuk ikut campur dalam kehidupan orang lain. It's not my style.  

 

    Untuk kalian yang mungkin kurang setuju, ingin memberi kritik maupun saran, atau ingin diskusi seputar apa yang telah aku tulis, silahkan keluarkan semua unek-unek kalian di kolom komentar, atau hubungi aku di kontakzizah@gmail.com . Aku akan senang sekali menanggapinya.

Keep Healthy and Happy🌠

Salam🌻🌻🌻