Aku tidak tahu apakah aku adalah orang yang munafik.
Aku percaya adanya Tuhan. Aku meyakini adanya dzat atau energi dahsyat dibalik cara kerja alam semesta, namun skeptis dengan semua agama. Namun setelah sekian lama berkontemplasi, aku memutuskan untuk menjadi orang yang beragama, meski ada kontra dalam diriku, tapi aku sudah berkomitmen atas hal tersebut. Segala konsekuensi akan aku terima.
Awalnya, tujuanku menjelajahi banyak tempat peribadatan adalah untuk mencari kebenaran, namun aku menyadari bahwa itu naif sekali, memangnya ada kebenaran yang mutlak? Itu sungguh bias dan ambigu. Akhirnya aku mengubah niat dan tujuanku, adalah untuk belajar, memperbanyak wawasan, juga refreshing.
Semua agama memiliki kontroversinya masing-masing. Aku tahu itu. Tapi, aku ingin beragama karena keputusanku sendiri, berdasar dari pengetahuan yang kudapatkan, bukan dari leluhurku, bukan karna aku Islam sejak lahir.
Ya Tuhan, aku tidak tahu apakah Engkau marah terhadapku atau justru sebaliknya. Aku tetap melantunkan kata maafku setiap hari. Kalaupun Engkau marah, mungkin aku memang pantas mendapatkannya. Tetapi sungguh aku hanya ingin mengenal-Mu, mengenal diriku. Aku tetap mengharapkan ampunan dan kasih sayang-Mu.
Dearest Tuhan dan seluruh unsur semesta, mohon bersahabatlah denganku. Jangan lepas aku sendirian di tengah-tengah perjalananku di dunia yang penuh dengan ambiguitas ini.